TKA SMA 2026: Struktur Baru 4 Hari, Cara Pilih 2 Mapel, dan Bedanya dengan UTBK

Panduan Edukasi · Jenjang SMA/MA/Paket C

TKA SMA 2026: strukturnya berubah, dan ada satu keputusan yang tidak bisa dibatalkan

Tes Kemampuan Akademik bukan ujian kelulusan, tidak wajib, dan tidak dipungut biaya. Tapi tahun ini skemanya berbeda dari tahun pertamanya, dan pemilihan dua mata pelajaran pilihan mengunci setelah Daftar Nominasi Tetap terbit. Halaman ini menjelaskan seluruh mekanismenya berdasarkan regulasi terbaru.

Gelombang 1

26 – 29 Okt 2026

Khusus · Mapel wajib

31 Okt – 1 Nov 2026

Gelombang 2

2 – 5 Nov 2026

Khusus · Mapel pilihan

7 – 8 Nov 2026

Disusun oleh Kang Didin · Jagoan TPS · Bersumber dari regulasi dan kanal resmi Kemendikdasmen.

Luruskan dulu

Tiga hal yang paling sering salah dipahami

Sebagian besar kecemasan soal TKA berasal dari tiga anggapan keliru ini.

Apakah TKA menentukan kelulusan?

KELIRU

Nilai TKA menentukan lulus atau tidaknya murid dari sekolah.

FAKTA

Kelulusan tetap sepenuhnya ditentukan satuan pendidikan. TKA melengkapi sistem penilaian yang ada, bukan menggantikannya, dan nilainya tidak muncul di ijazah.

Apakah TKA menggantikan SNBP dan SNBT?

KELIRU

TKA adalah jalur masuk baru yang menggantikan seleksi nasional yang sudah ada.

FAKTA

SNBP dan SNBT tetap berjalan. Di SNBP, TKA berperan sebagai validator nilai rapor — nilai rapor tetap dipakai. UTBK-SNBT tidak memakai nilai TKA sama sekali.

Apakah TKA wajib dan berbayar?

KELIRU

Semua murid kelas 12 harus ikut, dan sekolah boleh menarik biaya pelaksanaan.

FAKTA

TKA tidak wajib dan tidak ada konsekuensi terhadap kelulusan bagi yang tidak ikut. Seluruh biaya ditanggung negara; satuan pendidikan dilarang memungut biaya apa pun dari peserta.

Definisi

Kenapa TKA diadakan

TKA adalah asesmen standar nasional yang mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku. Pelaksanaannya berbasis komputer melalui satuan pendidikan; sekolah yang belum memenuhi persyaratan infrastruktur dapat menumpang di sekolah lain yang ditentukan pemerintah daerah.

Masalah yang ingin dijawab sederhana tapi nyata: nilai rapor dari sekolah yang berbeda punya arti yang berbeda. Angka 88 di satu sekolah tidak setara dengan 88 di sekolah lain karena standar penilaiannya tidak sama. Akibatnya, murid dari sekolah dengan standar ketat justru bisa dirugikan dalam seleksi berbasis rapor.

TKA menyediakan satu ukuran yang sama untuk semua, sehingga capaian akademik antarsekolah bisa dibandingkan secara adil. Itu sebabnya perannya di SNBP disebut sebagai validator — bukan pengganti rapor, tapi pembanding untuk mengecek konsistensinya.

Selain untuk seleksi, hasil TKA dipakai untuk menyetarakan capaian murid dari jalur pendidikan nonformal dan informal, serta menjadi bahan pemetaan mutu pendidikan nasional.

Dasar hukum yang berlaku

Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik · Permendikdasmen No. 9 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permendikbudristek No. 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional · Kepmendikdasmen No. 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA dan AN · Keputusan Kepala BKPDM No. 017/F/AN/2026 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan TKA dan AN · Surat Edaran Kepala BKPDM No. 0212/B/F/SK.02.02/2026 tanggal 1 Juli 2026 untuk jadwal pelaksanaan.

Untuk pemetaan mata pelajaran pendukung program studi di SNBP, acuannya tetap Kepmendikdasmen No. 102/M/2025 — tidak berubah dari penyelenggaraan sebelumnya.

Perubahan

Yang berbeda dari penyelenggaraan pertama

Kalau kamu membaca artikel TKA yang ditulis tahun lalu, sebagian isinya sudah tidak berlaku. Ini tiga perubahan yang paling berdampak bagi peserta.

Penyelenggaraan pertama

Dua hari pelaksanaan. Hari pertama diisi tiga mata pelajaran wajib sekaligus, hari kedua dua mata pelajaran pilihan.

2026

Empat hari per gelombang, satu mata pelajaran wajib per hari. Perubahan ini merespons keluhan bahwa mengerjakan tiga mata pelajaran dalam sehari terlalu padat. Jumlah soal Matematika juga dikurangi supaya waktu per soal lebih longgar.

Penyelenggaraan pertama

TKA dan Asesmen Nasional berjalan sebagai dua kegiatan terpisah.

2026

TKA dan Asesmen Nasional diselenggarakan menyatu. Literasi Membaca kini digabung ke dalam mata uji Bahasa Indonesia, Numerasi digabung ke Matematika, dan Survei Karakter serta Survei Lingkungan Belajar menempel pada sesi TKA murid.

Penyelenggaraan pertama

Daftar mata pelajaran pilihan relatif ringkas dan sebagian besar sama untuk SMA maupun SMK.

2026

Daftar pilihan diperluas menjadi puluhan mata uji, dengan tambahan besar berupa mata uji kejuruan khusus SMK. Untuk jenjang SMA/MA/Paket C, yang tersedia tetap 18 mata pelajaran.

Catatan lingkup halaman ini: seluruh penjelasan di sini disusun untuk jenjang SMA/MA/Paket C. Aturan TKA untuk SMK/MAK berbeda cukup jauh — daftar mata uji kejuruannya jauh lebih panjang dan ada ketentuan mata pelajaran pilihan yang khusus. Murid SMK sebaiknya merujuk langsung ke laman resmi Pusmendik dan sekolah masing-masing.

Struktur

Empat hari, satu fokus per hari

Susunan berikut berlaku pada gelombang reguler. Tiga hari pertama masing-masing untuk satu mata uji wajib; hari keempat untuk dua mata pelajaran pilihan. Dua survei Asesmen Nasional menempel pada hari pertama dan kedua. Setiap hari dibuka sesi latihan singkat untuk membiasakan peserta dengan antarmuka aplikasi.

Susunan Mata Uji · SMA/MA/Paket C · Satu Gelombang

Berbasis komputer

Hari pertama

Latihan

5 menit

Bahasa IndonesiaTermasuk Literasi Membaca

75 menit30 soal

Survei KarakterKomponen Asesmen Nasional, bukan tes berskor

Survei singkat

Hari kedua

Latihan

5 menit

Bahasa InggrisKeterampilan membaca

75 menit30 soal

Survei Lingkungan BelajarVersi murid; kepala sekolah dan guru mengisi versi terpisah

Survei singkat

Hari ketiga

Latihan

5 menit

MatematikaTermasuk Numerasi

75 menit25 soal

Hari keempat

Latihan

5 menit

Mata pelajaran pilihan pertamaDitentukan saat pendaftaran

60 menit25 soal

Mata pelajaran pilihan keduaDitentukan saat pendaftaran

60 menit25 soal

Setiap hari dibagi ke dalam beberapa sesi bergiliran, menyesuaikan jumlah komputer di sekolah pelaksana. Jam sesi dan durasi kedua survei yang berlaku untukmu tercantum di kartu login peserta — rujuk itu, bukan jadwal umum yang beredar di internet.

Tiga bentuk soal yang dipakai

BENTUK 01

Pilihan ganda sederhana

Satu jawaban benar dari beberapa opsi. Format yang paling familiar.

BENTUK 02

Pilihan ganda kompleks

Lebih dari satu jawaban benar dan semuanya harus dipilih. Menuntut penguasaan konsep yang utuh, bukan tebakan.

BENTUK 03

Pilihan ganda kategori

Beberapa pernyataan diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu, misalnya benar/salah atau sesuai/tidak sesuai.

Soal disajikan dalam dua jenis: soal tunggal yang berdiri sendiri, dan soal grup — sekumpulan soal yang mengacu pada satu stimulus yang sama. Soal grup inilah yang biasanya paling menyita waktu, karena stimulusnya harus dibaca utuh sebelum menjawab.

Cakupan materi

Tiga mata uji wajib

Yang diukur adalah kompetensi mata pelajaran sesuai kurikulum, dengan penekanan pada penalaran dan pemecahan masalah — bukan hafalan. Sejak 2026, komponen Literasi Membaca dan Numerasi ikut terserap ke dalam dua di antaranya.

WAJIB / 01

Bahasa Indonesia

Keterampilan membaca, kini mencakup Literasi Membaca.

Yang diukur

  • Pemahaman tekstual — menemukan dan menyusun ulang informasi yang tersurat dalam teks.
  • Pemahaman inferensial — menyimpulkan makna, ide pokok, hubungan antarparagraf, memprediksi kelanjutan teks.
  • Evaluasi dan apresiasi — menilai relevansi isi, keakuratan bahasa, merespons teks secara kritis maupun emosional.

Versi Tingkat Lanjut memakai teks akademik yang lebih panjang dan kompleks, dengan kosakata teknis serta tuntutan alih wahana.

WAJIB / 02

Matematika

Lima elemen materi pada tiga level kognitif, kini mencakup Numerasi.

Elemen materi

  • Bilangan
  • Aljabar
  • Geometri dan Pengukuran
  • Trigonometri
  • Data dan Peluang

Level kognitif

  • Knowing — menghitung, memahami informasi visual, mengingat konsep.
  • Applying — menerapkan konsep pada berbagai situasi.
  • Reasoning — menganalisis, memecahkan masalah baru, membuat generalisasi.

Tingkat Lanjut menambahkan Matriks, Polinomial, Fungsi, Vektor, Lingkaran, Transformasi, serta Kalkulus.

WAJIB / 03

Bahasa Inggris

Keterampilan membaca pada level A2–B1 CEFR.

Yang diukur

  • Pemahaman tekstual — menemukan informasi eksplisit, menyusun kerangka teks, meringkas.
  • Pemahaman inferensial — ide pokok, tujuan penulis, urutan kejadian, hubungan sebab-akibat.
  • Evaluasi dan apresiasi — membedakan fakta dan opini, menilai kecukupan informasi, menanggapi teks secara kritis.

Tingkat Lanjut naik ke level B2 CEFR dengan teks exposition dan discussion bertopik teknologi, isu faktual, dan akademik.

Soal TKA sama untuk sekolah pengguna Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013 — dikembangkan dengan mempertimbangkan kompetensi yang berlaku di keduanya. Kerangka asesmen beserta contoh soal dipublikasikan terbuka oleh Kemendikdasmen dan dapat diakses siapa pun tanpa biaya. Bagi keluarga yang tidak menempuh bimbingan belajar, dokumen inilah rujukan persiapan yang paling andal.

Keputusan utama

Memilih dua mata pelajaran pilihan

Ini bagian TKA yang paling menentukan dan paling sering diputuskan terburu-buru. Pilihan diinput saat pendaftaran dan masih bisa diubah selama masa pendaftaran belum ditutup — tapi setelah Daftar Nominasi Tetap terbit, tidak bisa diubah lagi. Pemilihan bersifat individual: sekolah tidak boleh menyeragamkannya untuk satu kelas.

Buka rapor lebih dulu, bukan daftar prodi

Aturan paling mendasar: mata pelajaran yang dipilih harus pernah ditempuh dan tercatat di rapor. Karena TKA berfungsi memvalidasi rapor, memilih mapel yang tidak ada riwayatnya berarti tidak ada yang bisa divalidasi — komponen nilai rapor untuk mapel itu di SNBP akan kosong.

TKA tidak mengacu pada label jurusan IPA atau IPS, melainkan pada mata pelajaran konkret di rapor. Sekolah dengan Kurikulum Merdeka tanpa penjurusan tetap mengikuti aturan yang sama persis.

Cocokkan dengan program studi tujuan

Bagi yang akan mendaftar SNBP, rujukannya adalah Kepmendikdasmen No. 102/M/2025 tentang mata pelajaran pendukung program studi. Tentukan dulu prodi yang diminati, lalu cek mapel pendukungnya di dokumen itu.

Jika prodi yang dituju hanya mencantumkan satu mata pelajaran pendukung, ambil mapel tersebut lalu tambahkan satu mapel lain dari daftar pilihan yang tersedia.

Pilih yang paling dikuasai, bukan yang terdengar paling bergengsi

Di antara mapel yang memenuhi dua syarat di atas, pilih yang performa rapornya paling kuat. Hasil TKA dibaca berdampingan dengan rapor; nilai yang timpang jauh justru jadi bahan pertimbangan panitia seleksi soal konsistensi capaian akademik.

Jika prodi tujuan belum mantap, prioritaskan yang membuka paling banyak pintu

Sebagian mata pelajaran menjadi pendukung untuk banyak program studi sekaligus. Kalau kamu masih menimbang beberapa prodi, memilih mapel dengan cakupan luas menjaga opsi tetap terbuka. Diskusikan dengan guru BK sebelum menandatangani formulir.

Pendaftaran membutuhkan tanda tangan orang tua atau wali — bukan formalitas, melainkan supaya keputusan akademik ini diambil sadar dan didukung keluarga.

Delapan belas mata pelajaran pilihan jenjang SMA/MA/Paket C

Peserta memilih dua di antaranya.

Matematika Tingkat Lanjut
Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
Bahasa Inggris Tingkat Lanjut
Fisika
Kimia
Biologi
Ekonomi
Sosiologi
Geografi
Sejarah
Antropologi
PPKn / Pendidikan Pancasila
Bahasa Arab
Bahasa Jerman
Bahasa Prancis
Bahasa Jepang
Bahasa Korea
Bahasa Mandarin

Catatan penamaan: Matematika Peminatan/Minat = Matematika Tingkat Lanjut, sedangkan Matematika Wajib/Umum = Matematika. Informatika tidak termasuk daftar pilihan.

Untuk program studi Seni dan Olahraga, penilaian utamanya lewat portofolio, bukan TKA.

Kasus yang sering bikin bingung

Saya mau prodi Gizi yang butuh Biologi, tapi Biologi tidak ada di rapor saya.

Tidak bisa dipilih. Karena TKA dipakai untuk memvalidasi rapor, hanya mata pelajaran yang pernah ditempuh dan tercatat di rapor yang boleh diambil. Ini alasan kenapa pertimbangan prodi tujuan sebaiknya dimulai sejak kelas 10 — pilihan mapel di sekolah menentukan pintu mana yang terbuka tiga tahun kemudian.

Boleh tidak memilih dua mapel lintas rumpun, misalnya Fisika dan Ekonomi?

Boleh, selama keduanya tercatat di rapor dan relevan dengan prodi tujuan menurut Kepmendikdasmen 102/2025. TKA tidak mengenal sekat IPA–IPS; yang dilihat adalah mata pelajaran konkret yang pernah ditempuh.

Saya anak IPA tapi ingin mendaftar prodi Hukum. Bisa pilih Sosiologi atau Sejarah?

Bisa, jika Sosiologi atau Sejarah ada di rapor. Kalau tidak pernah ditempuh, artinya belum ada riwayat capaian akademik pada mapel tersebut, sehingga komponen nilai rapor di SNBP akan kosong meski nilai TKA-nya bagus.

Saya belajar mandiri untuk satu mapel di luar sekolah. Boleh dipilih?

Tidak disarankan. Sekuat apa pun penguasaannya, tanpa jejak di rapor, hasil TKA pada mapel itu tidak punya pasangan untuk divalidasi.

Saya sudah telanjur salah pilih. Masih bisa diganti?

Bisa, selama masa pendaftaran belum ditutup. Perubahan diajukan lewat sekolah dengan persetujuan orang tua. Setelah Daftar Nominasi Tetap terbit, perubahan tidak dapat dilakukan. Pembatalan keikutsertaan mengikuti mekanisme dan tenggat yang sama.

Sekolah saya menyeragamkan pilihan mapel untuk satu kelas. Apakah boleh?

Tidak boleh. Pemilihan mata pelajaran adalah hak masing-masing murid. Sekolah wajib memfasilitasi murid memilih sesuai minat, kemampuan, dan prodi tujuannya — bukan menyeragamkan. Murid dalam satu kelas boleh mengambil kombinasi yang berbeda-beda.

Hasil

Nilainya dipakai untuk apa

Penting membedakan mana yang sudah pasti diatur dan mana yang bergantung pada kebijakan masing-masing kampus. Keduanya sering dicampur dalam pembicaraan sehari-hari.

Sudah diatur

Validator rapor di SNBP

Nilai rapor tetap dipakai; TKA menjadi pembanding untuk mengecek konsistensinya. Data TKA ditarik langsung oleh panitia dari Kemendikdasmen, sehingga pendaftar SNBP tidak perlu mengunggahnya sendiri.

Tergantung kampus

Jalur Mandiri PTN dan PTS

Penggunaan hasil TKA di jalur Mandiri diserahkan pada kebijakan masing-masing PTN, begitu pula pada perguruan tinggi swasta. Perlu dicek langsung ke kampus tujuan, karena ketentuannya bisa berbeda dan berubah antartahun.

Tergantung institusi

Kuliah luar negeri dan dunia kerja

Hasil TKA dapat digunakan bila institusi tujuan mensyaratkan capaian akademik terstandar nasional. Untuk penyetaraan ijazah luar negeri, regulasi TKA belum mengakomodasinya.

Sudah diatur

Penyetaraan jalur nonformal

Bagi murid Paket C, pesantren, dan sekolah rumah, hasil TKA menjadi pengakuan kesetaraan capaian belajar dengan standar nasional.

Sertifikat Hasil TKA (SHTKA)

Setiap peserta menerima SHTKA yang memuat nilai per mata pelajaran dalam bentuk skor numerik dan kategori capaian. Sertifikat diterbitkan Kemendikdasmen dan dicetak oleh satuan pendidikan; murid dan orang tua juga dapat mengaksesnya melalui platform yang disiapkan Kemendikdasmen.

Nilai TKA tidak dicantumkan pada ijazah. Bila sertifikat rusak, hilang, atau ada data yang keliru, pengajuan perbaikan atau cetak ulang dilakukan lewat sekolah asal.

Isi minimal sertifikat

  • Nomor sertifikat
  • Nama & nomor pokok sekolah asal
  • Nama & nomor pokok sekolah pelaksana
  • Nama lengkap peserta
  • Tempat & tanggal lahir
  • NISN
  • Nilai & kategori capaian
  • Tanggal terbit

Jadwal

Gelombang dan tahapan

Peserta tidak mengikuti TKA pada tanggal yang sama secara nasional. Pelaksanaan utama berlangsung dalam dua gelombang reguler, disertai jadwal khusus untuk mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Sekolahmu yang menentukan kamu masuk jadwal mana.

Gelombang 1

26 – 29 Oktober 2026

Khusus · Mapel wajib

31 Okt – 1 Nov 2026

Gelombang 2

2 – 5 November 2026

Khusus · Mapel pilihan

7 – 8 November 2026

27 Jul – 27 Sep 2026

Pendaftaran pesertaDiinput operator sekolah, termasuk pemilihan dua mapel

21 – 27 Sep 2026

SimulasiMenguji kesiapan komputer, jaringan, dan listrik sekolah

5 – 18 Okt 2026

Gladi bersihWajib diikuti sebelum pelaksanaan utama

26 Okt – 8 Nov 2026

Pelaksanaan utamaDua gelombang reguler plus jadwal khusus mapel wajib dan mapel pilihan

16 – 29 Nov 2026

Pelaksanaan susulanUntuk peserta berhalangan dengan bukti pendukung

23 Des 2026

Pengumuman hasil

Jenjang SMA/MA/sederajat · Mengacu SE Kepala BKPDM No. 0212/B/F/SK.02.02/2026 · Diperbarui 23 Agustus 2026

Yang perlu dilakukan murid dan orang tua

Pendaftaran TKA tidak bisa dilakukan mandiri — semuanya lewat operator sekolah. Bagian murid dan orang tua hanya tiga.

Satu

Mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan Keikutsertaan bersama orang tua atau wali, lengkap dengan dua mata pelajaran pilihan.

Dua

Menyerahkan pas foto digital terbaru — maksimal enam bulan terakhir — ke sekolah.

Tiga

Memeriksa biodata dan mata pelajaran pilihan pada lembar Daftar Nominasi Sementara, lalu menandatanganinya bila sudah sesuai. Ini kesempatan terakhir mengoreksi.

Beberapa hal praktis lain: peserta wajib memiliki NISN yang valid, dan lokasi tes adalah sekolah tempat murid belajar kecuali sekolah menumpang ke satuan pendidikan lain. Murid berkebutuhan khusus dapat mengikuti TKA dengan pengecualian bagi yang memiliki hambatan intelektual, dan sekolah wajib menyediakan screen reader bagi peserta disabilitas netra. Kesempatan mengikuti TKA diberikan satu kali per jenjang. Detail teknis penyelenggaraan — spesifikasi jaringan, tugas proktor, mekanisme SPTJM — ada di juknis resmi dan menjadi urusan sekolah.

Pembeda

TKA, survei AN, dan UTBK bukan hal yang sama

Ketiganya kerap tertukar karena sama-sama berbasis komputer. Sejak 2026 TKA dan Asesmen Nasional bahkan dilaksanakan dalam satu rangkaian — tapi fungsinya tetap berbeda.

Satu pertanyaan yang hampir selalu muncul lebih dulu: apakah ini Ujian Nasional yang kembali? Bukan. Tujuan, sifat keikutsertaan, dan penggunaan hasilnya berbeda — TKA tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan.

Aspek TKA Survei AN UTBK-SNBT
Sifat Tidak wajib Bagian penyelenggaraan AN oleh sekolah Tidak wajib, atas inisiatif murid
Menentukan kelulusan Tidak Tidak Tidak
Yang diukur Capaian mata pelajaran sesuai kurikulum Karakter murid dan kualitas lingkungan belajar Penalaran dan pemahaman informasi, tidak berbasis silabus mata pelajaran
Laporan hasil Individu (SHTKA) Tingkat sekolah dan daerah, bukan individu Individu
Dipakai untuk Validator rapor di SNBP; pertimbangan Mandiri & PTS sesuai kebijakan kampus Rapor Pendidikan dan pemetaan mutu sekolah Seleksi jalur SNBT
Biaya & pendaftaran Gratis, didaftarkan sekolah Gratis, diatur sekolah Berbayar, didaftarkan mandiri lewat SNPMB

Yang paling sering tertukar: TKA dan TPS

Keduanya sama-sama singkatan tiga huruf, sama-sama berbasis komputer, dan sama-sama berkaitan dengan masuk PTN. Tapi keduanya mengukur hal yang secara mendasar berbeda.

TKA

Tes Kemampuan Akademik

Mengukur seberapa jauh kamu menguasai materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Isinya konten kurikulum: Trigonometri, Kalkulus, teks akademik, dan seterusnya sesuai mata uji yang diambil.

Jalur
SNBP, sebagai validator rapor
Basis
Silabus mata pelajaran dan rapor
Waktu
Akhir Oktober – awal November, semester ganjil kelas 12
Pendaftaran
Oleh sekolah, gratis

TPS

Tes Potensi Skolastik

Mengukur kemampuan bernalar dan memahami informasi — bukan ketuntasan penguasaan silabus suatu mata pelajaran. Penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pemahaman bacaan. Materinya bersinggungan dengan pelajaran sekolah, tapi yang diuji adalah cara berpikirnya, bukan cakupan babnya.

Jalur
UTBK-SNBT
Basis
Penalaran, lepas dari cakupan silabus
Waktu
Semester akhir kelas 12 — jadwal mengikuti SNPMB tahun berjalan
Pendaftaran
Mandiri lewat SNPMB, berbayar

Konsekuensi praktisnya bagi murid kelas 12: dua tes ini jatuh pada dua titik waktu yang berbeda dalam satu tahun akademik yang sama, dan menuntut dua jenis kesiapan yang berbeda. TKA menguji penguasaan materi yang belum tentu selesai diajarkan saat tesnya berlangsung — pelaksanaannya akhir Oktober, sementara pembelajaran di kelas biasanya masih berjalan jauh setelahnya.

Karena TKA dan UTBK menguji kemampuan yang berbeda serta berlangsung dalam satu tahun akademik yang sama, strategi persiapannya sebaiknya tidak dibuat sebagai dua agenda yang saling berebut waktu.

Pertanyaan lanjutan

Yang biasanya ditanyakan setelah ini

Kalau saya tidak ikut TKA, apa konsekuensinya?

Tidak ada konsekuensi terhadap kelulusan — murid tetap bisa lulus dari sekolah. Yang perlu dipertimbangkan adalah kegunaannya: tanpa hasil TKA, murid tidak memiliki dokumen capaian akademik terstandar untuk berbagai keperluan seleksi. Kesempatan mengikuti TKA hanya diberikan satu kali per jenjang.

Bagaimana kalau nilai rapor saya dan hasil TKA berbeda jauh?

TKA memang berfungsi sebagai alat validasi rapor. Bila selisihnya signifikan, hal itu menjadi bahan pertimbangan panitia seleksi — misalnya di SNBP — dalam menilai konsistensi capaian akademik. Tidak ada ambang batas yang dipublikasikan; yang dinilai adalah gambaran keseluruhannya.

Apakah tersedia kisi-kisi resmi dan contoh soal?

Ada, dan gratis. Kemendikdasmen mempublikasikan kerangka asesmen yang memuat kompetensi yang diukur beserta contoh soal, dan latihan soal tersedia lewat Ruang Murid. Karena kerangka asesmen ini terbuka untuk umum, persiapan TKA tidak bergantung pada kemampuan membayar bimbingan belajar.

Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar itu dinilai juga?

Tidak seperti mata uji. Keduanya komponen Asesmen Nasional yang hasilnya diolah pada tingkat sekolah dan daerah untuk Rapor Pendidikan, bukan untuk menilai murid secara individual. Karena bukan tes berskor, tidak ada yang perlu "dipelajari" untuk bagian ini — jawab apa adanya. Kepala sekolah dan guru mengisi versi Survei Lingkungan Belajar tersendiri dengan jadwal terpisah.

Apakah nilai TKA muncul di ijazah?

Tidak. Nilai TKA hanya tercantum pada Sertifikat Hasil TKA yang diterbitkan Kemendikdasmen dan dicetak oleh sekolah.

Bisakah saya ikut TKA lewat HP kalau komputer sekolah tidak cukup?

Tidak bisa. TKA dirancang sebagai tes terstandar berbasis komputer. Kalau infrastruktur sekolah belum memadai, pelaksanaannya menumpang ke sekolah lain yang ditentukan pemerintah daerah — bukan diganti dengan perangkat lain.

Saya ikut lomba atau kegiatan resmi saat jadwal gelombang saya. Bagaimana?

Peserta yang berhalangan karena kegiatan resmi seperti lomba, olimpiade, kepramukaan, atau paskibraka dapat mengikuti jadwal susulan. Sekolah melapor ke Dinas Pendidikan atau Kemenag sesuai kewenangan, dengan melampirkan bukti keikutsertaan kegiatan.

Apakah hasil TKA memengaruhi akreditasi sekolah?

Tidak secara langsung. Data TKA dapat menjadi bahan refleksi dalam penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan, tapi tidak dipakai sebagai penentu akreditasi.

Materi TKA sepertinya belum selesai diajarkan saat tesnya berlangsung. Bagaimana menyikapinya?

Ini pertanyaan yang wajar dan memang jadi perhatian banyak guru. Pelaksanaan TKA SMA jatuh di akhir Oktober, sementara pembelajaran kelas 12 di banyak sekolah baru tuntas beberapa bulan setelahnya. Kerangka asesmen resmi adalah rujukan paling andal untuk mengetahui cakupan materi yang diujikan — dari situ murid dan guru bisa memetakan mana yang sudah dipelajari dan mana yang perlu dicicil lebih awal secara mandiri.

Langkah berikutnya

Kalau masih ada yang mengganjal, tanyakan

Sebagian besar pertanyaan soal TKA sudah terjawab di kanal resmi Kemendikdasmen dan oleh guru BK di sekolah — dan itu tempat pertama yang sebaiknya kamu datangi, terutama untuk urusan pendaftaran dan input data.

Tapi ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab dokumen, karena jawabannya bergantung pada situasi masing-masing anak:

  • Kombinasi mapel mana yang paling masuk akal untuk rapor dan prodi tujuan saya?
  • Bagaimana membagi waktu antara persiapan TKA di Oktober dan TPS UTBK setelahnya?
  • Saya masih kelas 10 atau 11 — mapel apa yang perlu saya ambil supaya pintu prodi tetap terbuka?

Konsultasi gratis dan tidak mengikat.

Tanya Kang Didin
Scroll to Top