Panduan Edukasi · Jenjang SMA/MA/Paket C
Tes Kemampuan Akademik bukan ujian kelulusan, tidak wajib, dan tidak dipungut biaya. Tapi tahun ini skemanya berbeda dari tahun pertamanya, dan pemilihan dua mata pelajaran pilihan mengunci setelah Daftar Nominasi Tetap terbit. Halaman ini menjelaskan seluruh mekanismenya berdasarkan regulasi terbaru.
Gelombang 1
26 – 29 Okt 2026
Khusus · Mapel wajib
31 Okt – 1 Nov 2026
Gelombang 2
2 – 5 Nov 2026
Khusus · Mapel pilihan
7 – 8 Nov 2026
Disusun oleh Kang Didin · Jagoan TPS · Bersumber dari regulasi dan kanal resmi Kemendikdasmen.
Luruskan dulu
Sebagian besar kecemasan soal TKA berasal dari tiga anggapan keliru ini.
Apakah TKA menentukan kelulusan?
Nilai TKA menentukan lulus atau tidaknya murid dari sekolah.
Kelulusan tetap sepenuhnya ditentukan satuan pendidikan. TKA melengkapi sistem penilaian yang ada, bukan menggantikannya, dan nilainya tidak muncul di ijazah.
Apakah TKA menggantikan SNBP dan SNBT?
TKA adalah jalur masuk baru yang menggantikan seleksi nasional yang sudah ada.
SNBP dan SNBT tetap berjalan. Di SNBP, TKA berperan sebagai validator nilai rapor — nilai rapor tetap dipakai. UTBK-SNBT tidak memakai nilai TKA sama sekali.
Apakah TKA wajib dan berbayar?
Semua murid kelas 12 harus ikut, dan sekolah boleh menarik biaya pelaksanaan.
TKA tidak wajib dan tidak ada konsekuensi terhadap kelulusan bagi yang tidak ikut. Seluruh biaya ditanggung negara; satuan pendidikan dilarang memungut biaya apa pun dari peserta.
Definisi
TKA adalah asesmen standar nasional yang mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku. Pelaksanaannya berbasis komputer melalui satuan pendidikan; sekolah yang belum memenuhi persyaratan infrastruktur dapat menumpang di sekolah lain yang ditentukan pemerintah daerah.
Masalah yang ingin dijawab sederhana tapi nyata: nilai rapor dari sekolah yang berbeda punya arti yang berbeda. Angka 88 di satu sekolah tidak setara dengan 88 di sekolah lain karena standar penilaiannya tidak sama. Akibatnya, murid dari sekolah dengan standar ketat justru bisa dirugikan dalam seleksi berbasis rapor.
TKA menyediakan satu ukuran yang sama untuk semua, sehingga capaian akademik antarsekolah bisa dibandingkan secara adil. Itu sebabnya perannya di SNBP disebut sebagai validator — bukan pengganti rapor, tapi pembanding untuk mengecek konsistensinya.
Selain untuk seleksi, hasil TKA dipakai untuk menyetarakan capaian murid dari jalur pendidikan nonformal dan informal, serta menjadi bahan pemetaan mutu pendidikan nasional.
Dasar hukum yang berlaku
Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik · Permendikdasmen No. 9 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permendikbudristek No. 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional · Kepmendikdasmen No. 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA dan AN · Keputusan Kepala BKPDM No. 017/F/AN/2026 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan TKA dan AN · Surat Edaran Kepala BKPDM No. 0212/B/F/SK.02.02/2026 tanggal 1 Juli 2026 untuk jadwal pelaksanaan.
Untuk pemetaan mata pelajaran pendukung program studi di SNBP, acuannya tetap Kepmendikdasmen No. 102/M/2025 — tidak berubah dari penyelenggaraan sebelumnya.
Perubahan
Kalau kamu membaca artikel TKA yang ditulis tahun lalu, sebagian isinya sudah tidak berlaku. Ini tiga perubahan yang paling berdampak bagi peserta.
Penyelenggaraan pertama
Dua hari pelaksanaan. Hari pertama diisi tiga mata pelajaran wajib sekaligus, hari kedua dua mata pelajaran pilihan.
2026
Empat hari per gelombang, satu mata pelajaran wajib per hari. Perubahan ini merespons keluhan bahwa mengerjakan tiga mata pelajaran dalam sehari terlalu padat. Jumlah soal Matematika juga dikurangi supaya waktu per soal lebih longgar.
Penyelenggaraan pertama
TKA dan Asesmen Nasional berjalan sebagai dua kegiatan terpisah.
2026
TKA dan Asesmen Nasional diselenggarakan menyatu. Literasi Membaca kini digabung ke dalam mata uji Bahasa Indonesia, Numerasi digabung ke Matematika, dan Survei Karakter serta Survei Lingkungan Belajar menempel pada sesi TKA murid.
Penyelenggaraan pertama
Daftar mata pelajaran pilihan relatif ringkas dan sebagian besar sama untuk SMA maupun SMK.
2026
Daftar pilihan diperluas menjadi puluhan mata uji, dengan tambahan besar berupa mata uji kejuruan khusus SMK. Untuk jenjang SMA/MA/Paket C, yang tersedia tetap 18 mata pelajaran.
Catatan lingkup halaman ini: seluruh penjelasan di sini disusun untuk jenjang SMA/MA/Paket C. Aturan TKA untuk SMK/MAK berbeda cukup jauh — daftar mata uji kejuruannya jauh lebih panjang dan ada ketentuan mata pelajaran pilihan yang khusus. Murid SMK sebaiknya merujuk langsung ke laman resmi Pusmendik dan sekolah masing-masing.
Struktur
Susunan berikut berlaku pada gelombang reguler. Tiga hari pertama masing-masing untuk satu mata uji wajib; hari keempat untuk dua mata pelajaran pilihan. Dua survei Asesmen Nasional menempel pada hari pertama dan kedua. Setiap hari dibuka sesi latihan singkat untuk membiasakan peserta dengan antarmuka aplikasi.
Susunan Mata Uji · SMA/MA/Paket C · Satu Gelombang
Berbasis komputerHari pertama
Latihan
5 menitBahasa IndonesiaTermasuk Literasi Membaca
75 menit30 soalSurvei KarakterKomponen Asesmen Nasional, bukan tes berskor
Survei singkatHari kedua
Latihan
5 menitBahasa InggrisKeterampilan membaca
75 menit30 soalSurvei Lingkungan BelajarVersi murid; kepala sekolah dan guru mengisi versi terpisah
Survei singkatHari ketiga
Latihan
5 menitMatematikaTermasuk Numerasi
75 menit25 soalHari keempat
Latihan
5 menitMata pelajaran pilihan pertamaDitentukan saat pendaftaran
60 menit25 soalMata pelajaran pilihan keduaDitentukan saat pendaftaran
60 menit25 soalSetiap hari dibagi ke dalam beberapa sesi bergiliran, menyesuaikan jumlah komputer di sekolah pelaksana. Jam sesi dan durasi kedua survei yang berlaku untukmu tercantum di kartu login peserta — rujuk itu, bukan jadwal umum yang beredar di internet.
BENTUK 01
Satu jawaban benar dari beberapa opsi. Format yang paling familiar.
BENTUK 02
Lebih dari satu jawaban benar dan semuanya harus dipilih. Menuntut penguasaan konsep yang utuh, bukan tebakan.
BENTUK 03
Beberapa pernyataan diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu, misalnya benar/salah atau sesuai/tidak sesuai.
Soal disajikan dalam dua jenis: soal tunggal yang berdiri sendiri, dan soal grup — sekumpulan soal yang mengacu pada satu stimulus yang sama. Soal grup inilah yang biasanya paling menyita waktu, karena stimulusnya harus dibaca utuh sebelum menjawab.
Cakupan materi
Yang diukur adalah kompetensi mata pelajaran sesuai kurikulum, dengan penekanan pada penalaran dan pemecahan masalah — bukan hafalan. Sejak 2026, komponen Literasi Membaca dan Numerasi ikut terserap ke dalam dua di antaranya.
WAJIB / 01
Keterampilan membaca, kini mencakup Literasi Membaca.
Versi Tingkat Lanjut memakai teks akademik yang lebih panjang dan kompleks, dengan kosakata teknis serta tuntutan alih wahana.
WAJIB / 02
Lima elemen materi pada tiga level kognitif, kini mencakup Numerasi.
Tingkat Lanjut menambahkan Matriks, Polinomial, Fungsi, Vektor, Lingkaran, Transformasi, serta Kalkulus.
WAJIB / 03
Keterampilan membaca pada level A2–B1 CEFR.
Tingkat Lanjut naik ke level B2 CEFR dengan teks exposition dan discussion bertopik teknologi, isu faktual, dan akademik.
Soal TKA sama untuk sekolah pengguna Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013 — dikembangkan dengan mempertimbangkan kompetensi yang berlaku di keduanya. Kerangka asesmen beserta contoh soal dipublikasikan terbuka oleh Kemendikdasmen dan dapat diakses siapa pun tanpa biaya. Bagi keluarga yang tidak menempuh bimbingan belajar, dokumen inilah rujukan persiapan yang paling andal.
Keputusan utama
Ini bagian TKA yang paling menentukan dan paling sering diputuskan terburu-buru. Pilihan diinput saat pendaftaran dan masih bisa diubah selama masa pendaftaran belum ditutup — tapi setelah Daftar Nominasi Tetap terbit, tidak bisa diubah lagi. Pemilihan bersifat individual: sekolah tidak boleh menyeragamkannya untuk satu kelas.
Aturan paling mendasar: mata pelajaran yang dipilih harus pernah ditempuh dan tercatat di rapor. Karena TKA berfungsi memvalidasi rapor, memilih mapel yang tidak ada riwayatnya berarti tidak ada yang bisa divalidasi — komponen nilai rapor untuk mapel itu di SNBP akan kosong.
TKA tidak mengacu pada label jurusan IPA atau IPS, melainkan pada mata pelajaran konkret di rapor. Sekolah dengan Kurikulum Merdeka tanpa penjurusan tetap mengikuti aturan yang sama persis.
Bagi yang akan mendaftar SNBP, rujukannya adalah Kepmendikdasmen No. 102/M/2025 tentang mata pelajaran pendukung program studi. Tentukan dulu prodi yang diminati, lalu cek mapel pendukungnya di dokumen itu.
Jika prodi yang dituju hanya mencantumkan satu mata pelajaran pendukung, ambil mapel tersebut lalu tambahkan satu mapel lain dari daftar pilihan yang tersedia.
Di antara mapel yang memenuhi dua syarat di atas, pilih yang performa rapornya paling kuat. Hasil TKA dibaca berdampingan dengan rapor; nilai yang timpang jauh justru jadi bahan pertimbangan panitia seleksi soal konsistensi capaian akademik.
Sebagian mata pelajaran menjadi pendukung untuk banyak program studi sekaligus. Kalau kamu masih menimbang beberapa prodi, memilih mapel dengan cakupan luas menjaga opsi tetap terbuka. Diskusikan dengan guru BK sebelum menandatangani formulir.
Pendaftaran membutuhkan tanda tangan orang tua atau wali — bukan formalitas, melainkan supaya keputusan akademik ini diambil sadar dan didukung keluarga.
Peserta memilih dua di antaranya.
Catatan penamaan: Matematika Peminatan/Minat = Matematika Tingkat Lanjut, sedangkan Matematika Wajib/Umum = Matematika. Informatika tidak termasuk daftar pilihan.
Untuk program studi Seni dan Olahraga, penilaian utamanya lewat portofolio, bukan TKA.
Tidak bisa dipilih. Karena TKA dipakai untuk memvalidasi rapor, hanya mata pelajaran yang pernah ditempuh dan tercatat di rapor yang boleh diambil. Ini alasan kenapa pertimbangan prodi tujuan sebaiknya dimulai sejak kelas 10 — pilihan mapel di sekolah menentukan pintu mana yang terbuka tiga tahun kemudian.
Boleh, selama keduanya tercatat di rapor dan relevan dengan prodi tujuan menurut Kepmendikdasmen 102/2025. TKA tidak mengenal sekat IPA–IPS; yang dilihat adalah mata pelajaran konkret yang pernah ditempuh.
Bisa, jika Sosiologi atau Sejarah ada di rapor. Kalau tidak pernah ditempuh, artinya belum ada riwayat capaian akademik pada mapel tersebut, sehingga komponen nilai rapor di SNBP akan kosong meski nilai TKA-nya bagus.
Tidak disarankan. Sekuat apa pun penguasaannya, tanpa jejak di rapor, hasil TKA pada mapel itu tidak punya pasangan untuk divalidasi.
Bisa, selama masa pendaftaran belum ditutup. Perubahan diajukan lewat sekolah dengan persetujuan orang tua. Setelah Daftar Nominasi Tetap terbit, perubahan tidak dapat dilakukan. Pembatalan keikutsertaan mengikuti mekanisme dan tenggat yang sama.
Tidak boleh. Pemilihan mata pelajaran adalah hak masing-masing murid. Sekolah wajib memfasilitasi murid memilih sesuai minat, kemampuan, dan prodi tujuannya — bukan menyeragamkan. Murid dalam satu kelas boleh mengambil kombinasi yang berbeda-beda.
Hasil
Penting membedakan mana yang sudah pasti diatur dan mana yang bergantung pada kebijakan masing-masing kampus. Keduanya sering dicampur dalam pembicaraan sehari-hari.
Nilai rapor tetap dipakai; TKA menjadi pembanding untuk mengecek konsistensinya. Data TKA ditarik langsung oleh panitia dari Kemendikdasmen, sehingga pendaftar SNBP tidak perlu mengunggahnya sendiri.
Penggunaan hasil TKA di jalur Mandiri diserahkan pada kebijakan masing-masing PTN, begitu pula pada perguruan tinggi swasta. Perlu dicek langsung ke kampus tujuan, karena ketentuannya bisa berbeda dan berubah antartahun.
Hasil TKA dapat digunakan bila institusi tujuan mensyaratkan capaian akademik terstandar nasional. Untuk penyetaraan ijazah luar negeri, regulasi TKA belum mengakomodasinya.
Bagi murid Paket C, pesantren, dan sekolah rumah, hasil TKA menjadi pengakuan kesetaraan capaian belajar dengan standar nasional.
Setiap peserta menerima SHTKA yang memuat nilai per mata pelajaran dalam bentuk skor numerik dan kategori capaian. Sertifikat diterbitkan Kemendikdasmen dan dicetak oleh satuan pendidikan; murid dan orang tua juga dapat mengaksesnya melalui platform yang disiapkan Kemendikdasmen.
Nilai TKA tidak dicantumkan pada ijazah. Bila sertifikat rusak, hilang, atau ada data yang keliru, pengajuan perbaikan atau cetak ulang dilakukan lewat sekolah asal.
Jadwal
Peserta tidak mengikuti TKA pada tanggal yang sama secara nasional. Pelaksanaan utama berlangsung dalam dua gelombang reguler, disertai jadwal khusus untuk mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Sekolahmu yang menentukan kamu masuk jadwal mana.
Gelombang 1
26 – 29 Oktober 2026
Khusus · Mapel wajib
31 Okt – 1 Nov 2026
Gelombang 2
2 – 5 November 2026
Khusus · Mapel pilihan
7 – 8 November 2026
27 Jul – 27 Sep 2026
Pendaftaran pesertaDiinput operator sekolah, termasuk pemilihan dua mapel
21 – 27 Sep 2026
SimulasiMenguji kesiapan komputer, jaringan, dan listrik sekolah
5 – 18 Okt 2026
Gladi bersihWajib diikuti sebelum pelaksanaan utama
26 Okt – 8 Nov 2026
Pelaksanaan utamaDua gelombang reguler plus jadwal khusus mapel wajib dan mapel pilihan
16 – 29 Nov 2026
Pelaksanaan susulanUntuk peserta berhalangan dengan bukti pendukung
23 Des 2026
Pengumuman hasil
Jenjang SMA/MA/sederajat · Mengacu SE Kepala BKPDM No. 0212/B/F/SK.02.02/2026 · Diperbarui 23 Agustus 2026
Pendaftaran TKA tidak bisa dilakukan mandiri — semuanya lewat operator sekolah. Bagian murid dan orang tua hanya tiga.
Satu
Mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan Keikutsertaan bersama orang tua atau wali, lengkap dengan dua mata pelajaran pilihan.
Dua
Menyerahkan pas foto digital terbaru — maksimal enam bulan terakhir — ke sekolah.
Tiga
Memeriksa biodata dan mata pelajaran pilihan pada lembar Daftar Nominasi Sementara, lalu menandatanganinya bila sudah sesuai. Ini kesempatan terakhir mengoreksi.
Beberapa hal praktis lain: peserta wajib memiliki NISN yang valid, dan lokasi tes adalah sekolah tempat murid belajar kecuali sekolah menumpang ke satuan pendidikan lain. Murid berkebutuhan khusus dapat mengikuti TKA dengan pengecualian bagi yang memiliki hambatan intelektual, dan sekolah wajib menyediakan screen reader bagi peserta disabilitas netra. Kesempatan mengikuti TKA diberikan satu kali per jenjang. Detail teknis penyelenggaraan — spesifikasi jaringan, tugas proktor, mekanisme SPTJM — ada di juknis resmi dan menjadi urusan sekolah.
Pembeda
Ketiganya kerap tertukar karena sama-sama berbasis komputer. Sejak 2026 TKA dan Asesmen Nasional bahkan dilaksanakan dalam satu rangkaian — tapi fungsinya tetap berbeda.
Satu pertanyaan yang hampir selalu muncul lebih dulu: apakah ini Ujian Nasional yang kembali? Bukan. Tujuan, sifat keikutsertaan, dan penggunaan hasilnya berbeda — TKA tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan.
| Aspek | TKA | Survei AN | UTBK-SNBT |
|---|---|---|---|
| Sifat | Tidak wajib | Bagian penyelenggaraan AN oleh sekolah | Tidak wajib, atas inisiatif murid |
| Menentukan kelulusan | Tidak | Tidak | Tidak |
| Yang diukur | Capaian mata pelajaran sesuai kurikulum | Karakter murid dan kualitas lingkungan belajar | Penalaran dan pemahaman informasi, tidak berbasis silabus mata pelajaran |
| Laporan hasil | Individu (SHTKA) | Tingkat sekolah dan daerah, bukan individu | Individu |
| Dipakai untuk | Validator rapor di SNBP; pertimbangan Mandiri & PTS sesuai kebijakan kampus | Rapor Pendidikan dan pemetaan mutu sekolah | Seleksi jalur SNBT |
| Biaya & pendaftaran | Gratis, didaftarkan sekolah | Gratis, diatur sekolah | Berbayar, didaftarkan mandiri lewat SNPMB |
Keduanya sama-sama singkatan tiga huruf, sama-sama berbasis komputer, dan sama-sama berkaitan dengan masuk PTN. Tapi keduanya mengukur hal yang secara mendasar berbeda.
TKA
Mengukur seberapa jauh kamu menguasai materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Isinya konten kurikulum: Trigonometri, Kalkulus, teks akademik, dan seterusnya sesuai mata uji yang diambil.
TPS
Mengukur kemampuan bernalar dan memahami informasi — bukan ketuntasan penguasaan silabus suatu mata pelajaran. Penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pemahaman bacaan. Materinya bersinggungan dengan pelajaran sekolah, tapi yang diuji adalah cara berpikirnya, bukan cakupan babnya.
Konsekuensi praktisnya bagi murid kelas 12: dua tes ini jatuh pada dua titik waktu yang berbeda dalam satu tahun akademik yang sama, dan menuntut dua jenis kesiapan yang berbeda. TKA menguji penguasaan materi yang belum tentu selesai diajarkan saat tesnya berlangsung — pelaksanaannya akhir Oktober, sementara pembelajaran di kelas biasanya masih berjalan jauh setelahnya.
Karena TKA dan UTBK menguji kemampuan yang berbeda serta berlangsung dalam satu tahun akademik yang sama, strategi persiapannya sebaiknya tidak dibuat sebagai dua agenda yang saling berebut waktu.
Pertanyaan lanjutan
Tidak ada konsekuensi terhadap kelulusan — murid tetap bisa lulus dari sekolah. Yang perlu dipertimbangkan adalah kegunaannya: tanpa hasil TKA, murid tidak memiliki dokumen capaian akademik terstandar untuk berbagai keperluan seleksi. Kesempatan mengikuti TKA hanya diberikan satu kali per jenjang.
TKA memang berfungsi sebagai alat validasi rapor. Bila selisihnya signifikan, hal itu menjadi bahan pertimbangan panitia seleksi — misalnya di SNBP — dalam menilai konsistensi capaian akademik. Tidak ada ambang batas yang dipublikasikan; yang dinilai adalah gambaran keseluruhannya.
Ada, dan gratis. Kemendikdasmen mempublikasikan kerangka asesmen yang memuat kompetensi yang diukur beserta contoh soal, dan latihan soal tersedia lewat Ruang Murid. Karena kerangka asesmen ini terbuka untuk umum, persiapan TKA tidak bergantung pada kemampuan membayar bimbingan belajar.
Tidak seperti mata uji. Keduanya komponen Asesmen Nasional yang hasilnya diolah pada tingkat sekolah dan daerah untuk Rapor Pendidikan, bukan untuk menilai murid secara individual. Karena bukan tes berskor, tidak ada yang perlu "dipelajari" untuk bagian ini — jawab apa adanya. Kepala sekolah dan guru mengisi versi Survei Lingkungan Belajar tersendiri dengan jadwal terpisah.
Tidak. Nilai TKA hanya tercantum pada Sertifikat Hasil TKA yang diterbitkan Kemendikdasmen dan dicetak oleh sekolah.
Tidak bisa. TKA dirancang sebagai tes terstandar berbasis komputer. Kalau infrastruktur sekolah belum memadai, pelaksanaannya menumpang ke sekolah lain yang ditentukan pemerintah daerah — bukan diganti dengan perangkat lain.
Peserta yang berhalangan karena kegiatan resmi seperti lomba, olimpiade, kepramukaan, atau paskibraka dapat mengikuti jadwal susulan. Sekolah melapor ke Dinas Pendidikan atau Kemenag sesuai kewenangan, dengan melampirkan bukti keikutsertaan kegiatan.
Tidak secara langsung. Data TKA dapat menjadi bahan refleksi dalam penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan, tapi tidak dipakai sebagai penentu akreditasi.
Ini pertanyaan yang wajar dan memang jadi perhatian banyak guru. Pelaksanaan TKA SMA jatuh di akhir Oktober, sementara pembelajaran kelas 12 di banyak sekolah baru tuntas beberapa bulan setelahnya. Kerangka asesmen resmi adalah rujukan paling andal untuk mengetahui cakupan materi yang diujikan — dari situ murid dan guru bisa memetakan mana yang sudah dipelajari dan mana yang perlu dicicil lebih awal secara mandiri.
Langkah berikutnya
Sebagian besar pertanyaan soal TKA sudah terjawab di kanal resmi Kemendikdasmen dan oleh guru BK di sekolah — dan itu tempat pertama yang sebaiknya kamu datangi, terutama untuk urusan pendaftaran dan input data.
Tapi ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab dokumen, karena jawabannya bergantung pada situasi masing-masing anak:
Konsultasi gratis dan tidak mengikat.
Seluruh isi halaman ini disusun dari regulasi dan kanal informasi resmi Kemendikdasmen. Untuk keputusan yang mengikat — terutama pendaftaran dan pemilihan mata pelajaran — selalu rujuk dokumen aslinya dan konfirmasi ke sekolah.